Lewati ke konten utama
Hadith

Hadith no. 672

HR. Ibnu Majah

Teks Arab

حَدَّثَنَا تَمِيمُ بْنُ الْمُنْتَصِرِ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ شَرِيكٍ عَنْ بَيَانٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَكُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الظُّهْرِ بِالْهَاجِرَةِ فَقَالَ لَنَا أَبْرِدُوا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami [Tamim bin Al Muntashir Al Wasithi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Yusuf] dari [Syarik] dari [Bayan] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [Mughirah bin Syu'bah] ia berkata; Kami pernah shalat zhuhur bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada waktu tengah hari, lalu beliau bersabda: "Tundalah shalat hingga hari menjadi dingin (teduh), sesungguhnya panas yang menyengat adalah dari hembusan neraka Jahannam."